Langsung ke konten utama

Childern Books (?)

 

    

LUCU YAAA???

Aku tadi baca buku ini di libby. Karena bukunya cuma sedikit halamannya, jadi bisa langsung selesai. Ini buku anak-anak, dan banyak gambarnya. Aku lagi jenuh baca buku yang berat-berat, jadi aku cari buku ringan yang lucu-lucu kayak gini. Menyenangkan rasanya.
Semuanya aku kasih bintang 5. Karena bukunya bagus.

The Tale of Peter Rabbit ini sebenarnya buku ke satu, alias ada buku setelahnya judulnya The Tale of blablabla. terus ini ceritanya tentang anak kelinci nakal namanya Peter, dia punya 3 sodara, tapi sodaranya semua gak ada yang nakal. Cuma Peter doang yang nakal. Suatu hari ibu kelinci pergi kan, nah terus berpesan klo mereka boleh main ke mana aja asal jangan ke tempat kebun nya Mr. McGroger. atau siapa deh tadi lupa gmn nulisnya. Nah si Peter yg nakal ini malah pergi ke sana. Terus dia makan sayur sayurannya, terus malah ketauan terus kejar-kejaran. Sempet kesangkut jaring-jaring gt tp akhirnya dibantu burung apa ya terus berhasil keluar. Terus dia ketemu kucing juga, terus yg lain lupa deh. Pokoknya Peter waktu pulang ke rumah bajunya udah ilang, terus sepatunya juga. Terus ibunya bikin makanan. Gitu intinya. Bingung ya hahaha kalo mau baca sendiri aja yah biar enggak bingung.

Lalu yang I Am Quiet itu juga lucu. Ceritanya tentang Emile yang pendiam tapi bukan pemalu. Terus diceritakan klo dia itu ga malu cuma diem aja gt. Terus banyak dia bilang tentang sesuatu yang diam. Kayak kalo di kelas temen-temennya pada semangat jawab pertanyaan guru, tapi Emile enggak. Bukannya dia ga tau jawabannya, tapi dia cuma suka diam aja. Emangnya ada yang salah dengan diam? Terus katanya kita bisa denger lautan bernyanyi kalo kita diam. Maksudnya yang benerbener hening gitu. Terus banyak lagi deh. Pokoknya gitu. Jadi berpikir kalo ternyata jadi pendiam itu ga ada yg salah sih. Jadi pemalu juga ga salah kan? Emangnya melanggar hukum? Kayaknya enggak


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wesel Pos

(sumber cover buku dari gramedia digital) 4/5 ⭐⭐⭐⭐ Wesel Pos karya Ratih Kumala aku mau kasih 4/5 bintang. Ceritanya seru dan unik karena sudut pandangnya dari si wesel pos lecek. Jadi sudut pandangnya dari benda. Tokohnya lucu dan lugu dan relate sama kehidupan sehari-hari. Namanya Elisa sama Kak Fahri. Aku tertarik baca semenjak tau wesel pos itu kan buat kirim uang lewat kantor pos. Jadi aku penasaran. Ternyata ceritanya nggak ada hubungan yang erat banget gitu sama si wesel pos-nya. Malah ceritanya tuh menceritakan kehidupan tokoh Elisa sama Fahri yang dulu make wesel pos untuk kirim uang. Udah gitu aja sih. Tapi ya berbagai masalah ada hubungannya sama wesel pos misal tentang alamat yang tertera di wesel pos itu. Aku baca di Desember 2022, padahal halamannya sedikit cuma 100-an. Biasanya bisa cepet tapi karena aku sok sibuk jadi baru selesai hari ini bacanya. Seneng deh karena berhasil namatin buku bagus tuh. Aku pikir endingnya bakal happy ending tapi ternyata ga sesuai bay...

Polaris Musim Dingin

  3/5 ⭐⭐⭐ Aku kemarin sepertinya kena reading slump sedikit. ((sedikit)) Jadi aku butuh waktu lama sekali buat namatin buku ini. Selain sibuk, aku juga bosan. Buku ini punya 416 halaman. Lumayan tebal bagiku. Dan lagi-lagi, aku bacanya di gramedia digital. Oh ya, nama penulisnya Alicia Lidwina. Genre buku ini adalah romance, young adult, dan Indonesian Literature. Aku cari di Goodreads. Ceritanya sangat menarik. Latar tempatnya di Jepang, tepatnya di Otaru. Tentang perjalanan si tokoh utama (Akari) untuk menemukan seseorang yang sangat berharga baginya. Dalam perjalanan itu, dia menceritakan juga tentang apa yang terjadi padanya bertahun-tahun sebelum hari itu. Ketika semuanya bermula. Saat Akari bertemu Sensei, dan menemukan keluarga baru, serta sahabat-sahabat yang akan melengkapi kehidupannya. Juga tentang kehidupan, pencarian impian, perjuangan, dan Shirokuma Bistro. Aku suka tentang bagaimana ceritanya mengalir. Dan juga kalimat-kalimat menenangkan yang berasal dari Sensei. Ta...

Better Days (2019)

Aku nggak suka film happy ending. Aku suka film yang bisa bikin aku nangis se ember. Aku suka film yang bisa bikin aku terobrak abrik. Aku suka film yang bisa bikin aku hancur hahahah. Terakhir kali nonton film kayak gini yaitu film Monster (2023) itu film jepang. Sekarang aku abis nonton film china judulnya Better Days (2019). Aku sekarang jarang nulis tentang apa yang kurasakan setelah baca buku atau film. Tapi pengecualian buat buku atau film yang berhasil menghancurkanku :D. Di awal film emang udah ada semacam tulisan pengantar tentang bullying. Aku nggak ekspek apa-apa sama film ini karena aku nggak baca sinopsis atau cari tau trigger warning. Cuma modal satu editan di reels, ternyata filmnya bangsat banget. Aku merasa dunia sangat jahat. Pokoknya dunia ini JAHAT BANGET!!! Bodo amat aku mau spoiler alurnya. Ceritanya tuh ada anak perempuan yang meninggal karena bundir, dia gak kuat di bully. Terus ternyata setelah anak itu meninggal, sasaran bullying selanjutnya adalah Chen Nian. ...