Langsung ke konten utama

Postingan

Polaris Musim Dingin

  3/5 ⭐⭐⭐ Aku kemarin sepertinya kena reading slump sedikit. ((sedikit)) Jadi aku butuh waktu lama sekali buat namatin buku ini. Selain sibuk, aku juga bosan. Buku ini punya 416 halaman. Lumayan tebal bagiku. Dan lagi-lagi, aku bacanya di gramedia digital. Oh ya, nama penulisnya Alicia Lidwina. Genre buku ini adalah romance, young adult, dan Indonesian Literature. Aku cari di Goodreads. Ceritanya sangat menarik. Latar tempatnya di Jepang, tepatnya di Otaru. Tentang perjalanan si tokoh utama (Akari) untuk menemukan seseorang yang sangat berharga baginya. Dalam perjalanan itu, dia menceritakan juga tentang apa yang terjadi padanya bertahun-tahun sebelum hari itu. Ketika semuanya bermula. Saat Akari bertemu Sensei, dan menemukan keluarga baru, serta sahabat-sahabat yang akan melengkapi kehidupannya. Juga tentang kehidupan, pencarian impian, perjuangan, dan Shirokuma Bistro. Aku suka tentang bagaimana ceritanya mengalir. Dan juga kalimat-kalimat menenangkan yang berasal dari Sensei. Ta...

Salt to the Sea

  3,5/5 ⭐⭐⭐ Salt to the Sea karya Ruta Sepetys punya 384 halaman. Menceritakan keadaan semasa perang dunia kedua, dari sudut pandang empat orang. Orang-orang itu bernama Joana (campuran Jerman-Lituania), lalu Florian (Jerman atau Prusia), lalu Emilia (Polandia) dan Alfred (Jerman). Masing-masing punya karakter masing-masing, dan kepentingan, serta masa lalu. Aku suka karena buku ini menjelaskan tentang setiap orang, jadi setiap bab-nya nggak terlalu panjang, dan aku jadi bisa baca cepet. Tapi aku kurang suka sama Alfred karena dia bucin wkwkw. Setiap sudut pandangnya pasti menceritakan Hannelore. Dan dia ini seperti overproud sama diri sendiri. Sebenernya aku nggak terlalu paham hubungan Alfred sama Hannelore. Kayaknya Alfred suka sama cewek itu, tapi nggak tahu, bingung. Aku juga bingung sama konflik yang dialami sama Florian dan museum, dan Dr. Lange dan Koch. Tapi aku sedikit tau, kalau Koch membutuhkan kunci yang ada di Florian. Tapi Florian benci mereka semua, dan itu karena...

The Poppy War (Perang Opium)

    5/5⭐⭐⭐⭐⭐ Baiklah. Walaupun aku sedikit tidak siap, tapi aku tetep akan nulis. Mumpung masih inget dan semangat. (⚠️Spoiler warning!⚠️) Oke. The Poppy War adalah sebuah series trilogy dari penulis asal China, Rebecca F. Kuang. Buku yang kedua berjudul The Dragon Republic, dan yang ketiga adalah The Burning God. Awalnya, kupikir sampul buku versi Indonesia (yang terpampang di atas) itu adalah sampul asli dari buku aslinya. Ternyata nggak, ternyata sampul aslinya warna putih. Padahal selama ini aku mengenali The Poppy War dari sampulnya yang ini, yang terbakar, keren. Tapi sampul tuh nggak masalah, walaupun aku sebenarnya mau bilang kalau aku pribadi lebih suka sampul versi Indonesia hehe <3 Seperti biasa, dalam rangka menghemat pengeluaran, aku baca buku ini dari Gramedia digital. Jumlah halamannya 565. Iya. Aku serius. Dan tentu saja mataku pedes, kepalaku pusing. Tapi ya mau gimana lagi. Aku merasa ini worth it, gapapa uangnya bisa buat ditabung untuk beli buku ...

Sang Alkemis (The Alchemist)

  4/5⭐⭐⭐⭐ Oke jadi pertama-tama, ini bukunya lumayan tipis cuma 221 halaman. Bisa dibaca cepet, tapi kalau aku sih tetep enggak bisa kalau dibaca sekali duduk. Aku baca buku ini atas rekomendasi seorang booktwt yang muncul di twitter, di litbase juga. Jadi aku penasaran dan waktu itu aku baru di perjalanan baca buku Sylvia’s Letters. Setelah selesai baca buku Sylvia, aku kemudian langsung baca Sang Alkemis. Untung ada di gramdig, jadi nggak perlu nunggu check out dulu baru bisa baca. Di bagian awal, ada seperti pembuka gitu, tulisannya tentang Yesus dan Maria. Lalu di bawahnya ada tulisan “Lukas 10: 38-42”. Lalu aku berpikir mungkin buku ini berisi tentang ajaran-ajaran Kristiani (?). Terus di prolog juga aku nggak paham, jadi aku putuskan untuk lanjut baca aja. Ceritanya tentang anak laki-laki gembala domba yang suka jalan-jalan, traveling gitu. Suatu hari dia dapat mimpi, tentang harta karun. Lalu dia coba untuk cari tau arti mimpinya, dan disuruh untuk mengikuti kata mimpi...

Sylvia's Letters

  4.8/5⭐⭐⭐⭐⭐ (spoiler) Aku tertarik buat baca novel ini karena letters. Iya surat. Di belakang bukunya ada kalimat “Ada surat-surat yang takkan pernah dikirim. Ada surat-surat yang telah dikirim dan mungkin tak pernah dibaca penerimanya.” OH WOW, keren banget kan? And you know, I have unhealthy obsession with letters. Yeah. That’s why I have some penpals. Oke back to the book. Buku ini tebalnya 194 halaman. Lumayan tipis ya. Dan aku berhasil menamatkannya dalam waktu 1 harian. Satu hari-satu malam maksudnya ya. Karena jujur penuturan penulisnya bagus. Bahasanya mudah dimengerti dan tokoh Sylvi ini lucu dan relate sama aku. Nah, di bagian awal buku, Sylvi udah nulis email untuk gurunya gitu, dia ngirim tugas. Di situ udah tertarik lah karena emang penggambaran si tokoh Sylvi ini dapet banget. Udah gitu, ternyata si Sylvi nulis surat buat gebetannya yang dipikirnya nggak akan mungkin bisa kenalan. Intinya dia jadi secret admirer, pengagum rahasia, dan nulis surat itu untuk ...

Tokyo & Perayaan Kesedihan

 (spoiler) 4/5⭐⭐⭐⭐ Aku baca buku ini karena judulnya cantik. Dan sampulnya bagus. Aku nggak ingat kepengen baca buku ini karena liat orang lain baca ini. Biasanya aku baca buku emang karena penasaran dari omongan orang lain. Tapi buku ini enggak ada di wishlist aku. Cuma karena tiba-tiba muncul aja jadi kepengen baca. Dan ternyata tidak mengecewakan. Bukunya bagus, padahal aku nggak expect apa-apa sama buku ini. Aku pikir bakal biasa aja gitu, soalnya di bagian awal aku kurang suka. Di awal, penulisannya kan pake bahasa baku, tapi kata ganti orang pertamanya ‘gue’ jadi lumayan aneh dibacanya. Itu pendapatku pribadi sih, ya. Tapi makin ke belakang ternyata semakin enak aja dibaca. Berarti penulisnya keren. Kata temenku, cover bukunya cantik seperti ukiran di kayu. Aku setuju sih. Nama penulisnya juga cantik (Ruth Priscilia Angelina). Dan di dalam buku ada banyak foto-foto di Jepang gitu. Rasanya seperti beneran dibawa masuk ke sana. Dan vibesnya sangat terasa. Aku nggak meny...

The Comfort Book

  (sumber cover buku dari gramedia digital) 3.8/5⭐⭐⭐⭐ Aku mulai bacanya tanggal 19, waktu selesai baca Piggy. Btw aku sebenernya lagi baca Series Mata juga, tapi malah selingkuh sama buku ini. Gatau ya ini nanti mana dulu yang bakal kutamatin. (SOalnya aku nulis kalimat ini sebelum kedua buku itu selesai dibaca alias tanggal 19 nulisnya) (Aku seneng kalau lagi sedih soalnya jadi produktif baca dan nulis) Setelah aku suka The Midnight Library, aku jadi penasaran buku Matt Haig yang lain. Jadi aku nemu rekomendasi buku ini dari litbase (Literary Base di twitter). Buku ini punya 276 halaman. Isinya di bagian awal buku sih pendek-pendek gitu. Tapi belum tahu nanti kebelakangnya. Soalnya pas nulis ini aku baru sampe halaman 21. Ada kalimat bagus di bagian kata pengantar; “Rasanya seperti sebuah paradoks aneh, betapa banyak darri pelajaran hidup yang paling jelas dan paling menghibur itu malah didapat ketika kita sedang berada dalam kondisi paling terpuruk di dalam hidup.” Haduh in...