Langsung ke konten utama

Postingan

All the Light We Cannot See

  3.5/5 ⭐ Aku pertama kali tertarik baca buku ini karena judulnya bagus. All The Light We Cannot See ini karya penulis bernama Anthony Doerr. Latar ceritanya terjadi ketika perang dunia kedua. Tokoh utamanya ada dua. Werner Pfennig dari Jerman, dan Marie-Laure dari Prancis. Saat perang, mereka masih berusia remaja. Werner sekitar 18 tahun, dan Marie-Laure 16 tahun. Dari awal, sebenarnya aku sempat bingung, karena alur ceritanya maju-mundur, dan alurnya lumayan lambat. Ceritanya juga dipisahkan sama beberapa bagian, sesuai dengan latar waktu kejadiannya. Setiap bab, sudut pandang ceritanya berubah-ubah. Karena setiap bab tidak terlalu banyak, jadi tidak terlalu membosankan. Di awal kehidupannya, Werner diceritakan menyukai radio. Dia itu pinter banget, dan bisa benerin radio yang rusak. Dia punya adik namanya Jutta, tapi mereka yatim piatu, jadi mereka tinggal di Rumah Anak sama Frau Elena. Werner sama Jutta dan anak-anak lain seneng dengerin radio. Terus, karena Werner mulai di...

You've Reached Sam

 3/5 ⭐ Aku tidak menaruh ekspektasi apa-apa sama buku ini. Covernya udah banyak aku lihat di mana-mana. Tapi baru punya kesempatan untuk bacanya sekarang. Aku baca juga karena ada salah satu mutualku yang baca juga, dan karena waktu itu bingung mau baca apa, jadi aku ikut baca juga dan kebetulan bisa langsung pinjam di Libby. Oke, jadi ternyata buku ini bercerita tentang kisah remaja bernama Julie dan Sam. Mereka sepasang kekasih, tapi mereka masih SMA. Terus suatu ketika ada kejadian yang membuat Sam ini kecelakaan dan meninggal. Sumpah aku ga terlalu memperhatikan bagian sinopsis, jadi agak kaget (ini bukan spoiler ya). Lalu entah bagaimana caranya, mereka terhubung lagi lewat telepon. Dan anehnya, telepon yang bisa digunakan cuma telepon milik Julie aja. Jadi Julie setiap hari telponan sama Sam. Apa aja masalahnya selalu dikasih tau ke pacarnya. Tapi jadinya Julie jadi susah move on, dan itu berbahaya. Sebenernya aku nggak terlalu nangis. Sedih, tapi aku nggak bisa relat...

Funiculi Funicula, Before The Coffee Gets Cold

  3,5 ⭐ Buku ini cukup tipis, yaitu 223 halaman dan bisa selesai dalam waktu dua hari. Atau mungkin sehari kalau lagi libur. Buku ini karya Toshikazu Kawaguchi, penulis asal Jepang. Funiculi Funicula adalah nama sebuah kafe sepi yang bisa membawa seseorang pergi ke masa lalu. Di buku ini diceritakan kalau setiap bab-nya ada orang berbeda-beda yang ingin ke masa lalu dengan tujuan beda-beda juga. Untuk bisa ke masa lalu, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Yaitu, mereka harus tetap duduk di kursi yang telah ditentukan dan tidak boleh pindah. Apa pun yang mereka lakukan di masa yang didatangi tidak akan mengubah kenyataan di masa kini. Dan mereka harus menghabiskan kopi khusus yang disajikan sebelum kopi itu dingin. Menurutku buku ini menarik karena unik. Rasanya lega kalau ada seorang tokoh yang berhasil ke masa lalu untuk menemui seseorang. Di bagian akhir aku sedih hahaha. Sebenernya buku ini lumayan ringan, dan tidak terlalu ‘wah’ menurutku, kalau dilihat dari ban...

Convenience Store Woman

  3/5 ⭐⭐⭐ Buku ini baru aja selesai di baca kemarin. Aku pinjam di Libby, pakai kartu perpus Montgomery County Public Library. Buku ini tipis aja, harusnya bisa dibaca 2-3 hari aja kalau aku. Tapi akhir-akhir ini malas bacaa jadi lama banget selesainya. Judul aslinya "Konbini Ningen" ditulis oleh Sayaka Murata. Terus diterjemahin ke bahasa Inggris "Convenience Store Woman" lalu diterjemahin ke bahasa Indonesia "Gadis Minimarket". Aku baca versi bahasa Inggrisnya. Buku ini unik. Dari awal udah dikasih tau kalau tokoh utamanya aneh.  Dia ini jatuh cinta sama minimarket. Selama hidupnya dia kerja di minimarket. Sampai usia 36 tahun ia masih kerja paruh waktu di minimarket. Terus ini jadi masalah, karena orang-orang mulai menganggap Keiko nggak normal. Keiko juga belum pernah pacaran. Jadi semua orang khawatir sama Keiko. (Di sini aku jadi takut, karena aku juga belum pernah pacaran. Aku takut dianggap aneh juga, aku takut) Rasa-rasanya tuh kayak, mau tanya, d...

Seaside

3/5 ⭐⭐⭐ OK, sejujurnya aku selesai baca ini tanggal 3 Juni kemarin. Tapi baru punya niat untuk nulis hari ini, hehe. Sejujurnya lagi, di thread twitter, aku kasih bintang 4, tapi aku berubah pikiran. Karena, buku ini bagus, keren, tapi masih belum bisa jadi favoritku. Buku ini buku ke-3 nya Kak Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang aku baca sepertinya. Dulu pernah baca Lucid Dream di Ipusnas, dah lama banget. Sama baca Di Tanah Lada di Gramedia Digital. Terus nemu buku ini di bazar buku dan harganya 15 ribu, jadi aku beli aja. Karena aku penasaran sama karya-karya Kak Ziggy. Dipikir-pikir emang ide-nya bagus banget sih. Kalau udah pernah nonton drama korea yang judulnya "My Name" atau "The Glory" mungkin tema-nya mirip-mirip kayak gitu. Tentang balas dendam. Tapi aku belum selesai sih nonton The Glory. Ya intinya gitu deh wkwkw. Di awal, kita kenalan sama Papanya si tokoh utama, sama masalah-masalahnya. Aku suka gaya penulisannya. Terus di sini tuh nama karakter utama...

If You Could See The Sun

  5/5⭐⭐⭐⭐⭐ halooooo Aku sekarang mau nulis ceritaku ketika membaca buku ini. Ini buku sliweran terus, enggak di twiter enggak di instagram. Kan aku jadi penasaran ya. Mana katanya ini tuh academic rivals to lovers. Aduh kebayang banget gemesnya kayak apa. Nggak sabar buat baca! Dan ternyata aku udah meningkat kemampuan baca buku bahasa inggrisnya. Hehehe. Baca buku ini kayak udah lumayan lancar. Awalnya aku butuh lama untuk memahami, terus aku sadar aku udah nggak terlalu butuh google translate lagi. Ada sih beberapa part bingung dan butuh google tp its ok setidaknya aku ada kemajuan dikit. asikkk Buku ini sekitar 350 an halaman. Bercerita tentang Alice Sun (Sun Yan) yang tinggal di China. Dulu dia tinggal di Amerika terus balik ke China lagi. Terus dia ini sekolah di Airington. Dia selalu merasa nggak kelihatan walaupun dia pinter. Jadi dia ini berusaha sekuat tenaga biar bisa selalu juara 1 karena itu satu-satunya hal yang bisa bikin dia dihargai? Sepertinya begitu. Nah dia ini b...

Tuesdays With Morrie

  3.5/5 ⭐⭐⭐ Aku baca buku ini di libby. Iya, bahasa inggris lagi. Tapi untungnya buku ini tipis. Nggak sampai 300 halaman deh. Cuma 200-an kalau nggak salah. Terus buku ini tuh ternyata bukan buku fiksi seperti yang biasanya kubaca. Aku awalnya mikir Morrie tuh cewek. Jadi kayak gebetan gitu terus mereka ketemu setiap hari Selasa. Ternyata aku salah besar. Ternyata Morrie itu an old man. Dia tuh profesor. Terus dia sakit. Aku lupa sakitnya apa, tapi nggak ada obatnya, belum, kayaknya gitu. Setauku ceritanya gitu sih. Terus Mitch Albom tuh muridnya di universitas. Sempet lost contact bertahun-tahun sampai akhirnya ketemu lagi. Lalu mereka ketemu setiap hari selasa, ngomongin tentang pelajaran hidup. Sampai akhirnya Morrie harus pergi dipanggil Tuhan. Banyak kata-kata bagus yang aku dapat dari buku ini, dan beruntungnya aku, kalimat di buku ini nggak susah, jadi aku lumayan paham nggak harus buka google translate setiap saat. Mari kita spill beberapa kalimat yang aku catat dari baca ...